Ditulis pada Agustus 1, 2007 oleh IDB
Dari : Nandha-Sukabumi.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat saat ini, banyak orang yang mulai meninggalkan tradisi, budaya, ajaran yang dianut oleh generasi-generasi sebelumnya karena dianggap tidak relevan lagi dengan kedaaan sekarang, dan dianggap telah ketinggalan jaman.
DIarsipkan di bawah: Volume 25 | yang berkaitan: ce ran, ciang ie, kelenteng, tao, tao ying suk, taoyu, tradisi, wu | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Agustus 1, 2007 oleh IDB
Dari : Eko Ariyawan - Jakarta.
Mau kaya? Kalau mau, bisa tidak kita memenuhi syaratnya? Akankah kita menyerah untuk tetap menjadi miskin selama hidup? Kalau saya pribadi lebih memilih berusaha untuk memenuhi syarat menjadi kaya. Dengan demikian, paling tidak setiap waktu bertambah, saya harus menjadi lebih kaya dari sebelumnya. Dan akhirnya hidup yang saya jalani akan [...]
DIarsipkan di bawah: Volume 25 | yang berkaitan: kaya, siu tao, tao, taoyu | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Agustus 1, 2007 oleh IDB
Dari : Tjoeng Djauw Hui – Magelang.
Yoi… Taoyu yang terkasih.
Kalau membaca sekilas mata, itu cuma sederet kata-kata yang sangat sederhana, yang timbul dalam benak saya ketika berada dalam perjalanan pulang dari Pantura kembali ke kota Magelang. Akan tetapi jika dicerna lebih dalam, kita biasanya cuma dapat membayangkan, tanpa mau melakukan suatu tindakan.
DIarsipkan di bawah: Volume 25 | yang berkaitan: bijak, ego, famili, keluarga, manusia, masyarakat, sadar, siu tao, sosialisasi, taoyu, thian, toleransi | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Agustus 1, 2007 oleh IDB
Dari : Muda Mudi “JE AI” TAOKWAN MOJOKERTO, JATIM.
Pada tanggal 18 Juni 2006, umat “JE AI” TAOKWAN Mojokerto yang berjumlah ± 91 orang, terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa, dipimpin CHEN CEN JIEN Tao Cang, berekreasi ke Pasir Putih, Situbondo. Rombongan berangkat dengan menggunakan 2 buah bus. Untuk kegiatan kali ini, para Taoyu yang [...]
DIarsipkan di bawah: Volume 25 | yang berkaitan: AO YU OL MUK SIN, MOJOKERTO, muda mudi, pasir putih, SITUBONDO, TAOKWAN, taoyu | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Agustus 1, 2007 oleh IDB
Dari : SNS – Sukabumi.
Motivasi seseorang untuk belajar Tao Ying Suk bermacam-macam. Ada yang ingin sehat, ingin mendapatkan Fak Suk, ingin mendapatkan perlindungan para Dewa, ingin kembali ke jatidirinya, dan yang pasti “belum menemukan apa yang dicari di ajaran sebelumnya”.
DIarsipkan di bawah: Volume 25 | yang berkaitan: cengli, DEWA, Dewi, fak suk, fu fak sen, gaib, jen sin, logika, maha dewa, mantap hati, nalar, objektif, se fu, siu tao, tao, tao ying, tao ying suk, taoyu, wu | Tidak ada komentar »
Ditulis pada April 1, 2002 oleh IDB
Dari : Lisa - Surabaya.
Hari Sabtu tanggal 15 Desember 2001 adalah hari yang menyenangkan bagi muda-mudi Surabaya karena ada acara kumpul bersama di rumah Kepala Suku Surabaya. Acara ini diadakan adalah untuk menjalin kekerabatan dan mengajak muda-mudi agar aktif dalam kegiatan TAO. Menambah semarak pertemuan ini juga dihadiri Taoyu muda-mudi dari luar kota, jadi [...]
DIarsipkan di bawah: Volume 11 | yang berkaitan: ciang tao, kumpul, surabaya, tao, taoyu | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Maret 1, 2002 oleh IDB
Dari : Lie Ping Sen - Lampung.
Siutao selain berusaha untuk merevisi mental dan fisik kita, juga berusaha melatih dan memupuk suatu kekuatan yang tidak kasat mata.
Melalui Tao Ying Suk, para Taoyu telah membuktikan bahwa keberadaan Dewa/i yang telah dipuja oleh umat manusia selama ini, ternyata benar-2 nyata.
Dewa/i melalui kekuatannya ( Shen Lik ) memberikan latihan-2 [...]
DIarsipkan di bawah: Volume 12 | yang berkaitan: cen yen, Chi, Chi Chen Tan Dien, chi dhung pai mek, chi kung, Chi kwan tan dien, cing co kung, DEWA, Dewi, di kung suk tu, du nak fak, fisik, fu fak sen, intisari, mental, ren mek, revisi, shen kung, shen lik, siu tao, siutao, Tan Dien, tao, tao ying suk, taoyu, Tha Dhung Ren Tuk Mek, Thay Sang Lauw Cin, tuk mek, wu | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Maret 1, 2002 oleh IDB
Dari : Lily - Surabaya.
Bagian tubuh manusia yang paling sibuk adalah tangan, misalnya : untuk bekerja, untuk menyapu, untuk makan, untuk menghitung uang, dll, semua dikerjakan oleh tangan. Maka dari itu, pada bagian tubuh manusia, tentu saja tangan yang paling banyak kuman-kumannya.
DIarsipkan di bawah: Volume 12 | yang berkaitan: cuci tangan, pengetahuan, surabaya, taoyu | Tidak ada komentar »