<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss"
	>

<channel>
	<title>Intan Dalam Debu</title>
	<atom:link href="http://idb.siutao.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idb.siutao.com</link>
	<description>Majalah Intan Dalam Debu</description>
	<pubDate>Tue, 06 May 2008 05:58:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Catatan Untuk Orang Skeptis</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/catatan-untuk-orang-skeptis/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/catatan-untuk-orang-skeptis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 05:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[ce ran]]></category>

		<category><![CDATA[ciang ie]]></category>

		<category><![CDATA[kelenteng]]></category>

		<category><![CDATA[tao]]></category>

		<category><![CDATA[tao ying suk]]></category>

		<category><![CDATA[taoyu]]></category>

		<category><![CDATA[tradisi]]></category>

		<category><![CDATA[wu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/catatan-untuk-orang-skeptis/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Nandha-Sukabumi.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat saat ini, banyak orang yang mulai meninggalkan tradisi, budaya, ajaran yang dianut oleh generasi-generasi sebelumnya karena dianggap tidak relevan lagi dengan kedaaan sekarang, dan dianggap telah ketinggalan jaman.
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak umat kelenteng yang mulai berkurang apalagi kalangan generasi muda yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dari : Nandha-Sukabumi.</strong></p>
<p>Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat saat ini, banyak orang yang mulai meninggalkan tradisi, budaya, ajaran yang dianut oleh generasi-generasi sebelumnya karena dianggap tidak relevan lagi dengan kedaaan sekarang, dan dianggap telah ketinggalan jaman.</p>
<p><span id="more-265"></span>Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak umat kelenteng yang mulai berkurang apalagi kalangan generasi muda yang semakin sedikit di jumpai di klenteng-klenteng. Hal ini sangat disayangkan mengingat ajaran TAO (Klenteng) sesungguhnya merupakan ajaran yang sangat logis dan tidak pernah lekang oleh waktu, hanya saja tidak banyak orang dapat menjelaskan / mengerti dengan benar sesungguhnya seperti apa ajaran TAO tersebut.</p>
<p>Masih relevankah ajaran TAO saat ini? Ya, banyak pola pikir-pola pikir  TAO telah dijadikan konsep pemikiran awal dalam berbagai disiplin ilmu yang masih terus dikaji baik di dunia keilmuan timur maupun barat, seperti  ilmu manajemen, kesehatan, dan sebagainya. Ini merupakan suatu kebanggaan kita bahwa ajaran yang telah ada selama ribuan tahun yang lalu ternyata masih sangat relevan bahkan masih dijadikan acuan untuk kemajuan ilmu pengetahuan saat ini.</p>
<p>Melihat dari filsafat dan ide-ide pemikiran ajaran TAO yang sangat cerdas maka dapat dipastikan bahwa Tao Ying Suk yang kita pelajari pun sangatlah luar biasa, hanya sulit diterangkan kepada orang yang tidak menjalaninya karena keterbatasan kata-kata untuk menjelaskannya.</p>
<p>Berbagai tanggapan sering kali kita dengar dari orang luar mengenai Tao Ying Suk, sebagian besar menanggapinya dengan objektif tapi ada sebagian kecil yang menganggapi dengan sangat subjektif, namun bertambahnya jumlah Taoyu dari tahun ke tahun merupakan suatu bukti bahwa Tao Ying Suk benar-benar memberikan faedah nyata bagi peningkatan kualitas diri &amp; kualitas hidup dan juga dari sisi spiritual. Sebagian orang yang tidak mengerti mengatakan Tao Ying Suk tidak logis dan tidak masuk diakal. Mereka cenderung percaya buku-buku spiritual &amp; metafisik terbitan yang ada di toko buku dengan argumen bahwa buku-buku tersebut telah menyajikan pengetahuan yang dikaji secara ilmiah &amp; sistematis, meskipun sebagian besar dari mereka belum dapat mengalami sendiri pengalaman spiritual melalui pelatihan yang dijabarkan <a href="http://idb-images.siutao.com/g0419719.JPG" title="g0419719.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/g0419719.JPG" alt="g0419719.JPG" align="right" /></a>di buku-buku tersebut, malahan mereka terkesan percaya buta pada buku-buku tersebut walaupun kebenarannya belum dapat dibuktikan. Ada juga diantara mereka yang hobby membahas buku-buku spiritual tersebut. Kurang lebih seperti inilah pembahasannya, si “A” berkata kepada si “B”  : kalau tingkat meditasi kita sudah mencapai ini nanti kita bisa mempunyai kemampuan ini loh…, eh tapi menurut buku ini hasilnya akan seperti ini … kata si “B” menimpali. Kemudian teman satunya si “C” berkata : itu kesamaannya disini, jadi ini yang dapat kita jadikan acuan…, dan masih banyak lagi reka-reka mereka pada kasus-kasus lainnya.</p>
<p>Ini merupakan hal yang lucu sebab perlu diingat ”Kebenaran bukanlah sekumpulan referensi yang kita reka-reka dengan pemikiran”, dan kita tidak sedang membuat skirpsi yang kebenarannya hanya diuji oleh metode-metode statistik dengan acuan referensi teori-teori para ahli yang kita pakai.</p>
<p>Pendidikan yang dienyam di perguruan tinggi memang membuat “frame berfikir” lebih terarah dan sistematis terutama dalam menganalisa suatu kasus / permasalahan / objek, namun perlu diingatkan bahwa sesuatu yang belum dapat dijabarkan bukan berarti tidak ada, dan banyak sekali kebenaran-kebenaran yang belum dapat dikaji dengan metode- metode yang sudah dibakukan saat ini.</p>
<p>Sebagai seorang Taoyu kita pasti lebih mengerti bahwa kita tidak dapat meminjam cerita mengenai pengalaman spiritual orang lain untuk mendapatkan kebenaran dan kemajuan yang dicari, melainkan harus mencari dan mendapatkan sendiri seiring dengan peningkatan kesadaran yang dicapai melalui “Wu” dengan cara yang “Ceran”. Perlu ditekankan bahwa jangan sampai kita terkonsep atau terobsesi oleh referensi yang dibaca / didapat sehingga pikiran kita membuat suatu skenario sendiri yang membuat kita terjun berputar-putar didalamnya.</p>
<p>Manfaat Tao Ying Suk telah kita rasakan secara nyata di segala aspek kehidupan dalam meningkatkan kualitas hidup. Yang kita dapatkan “adalah Berlian bukan beling” (Buku Ciang Ie), sungguh sayang jika ada orang yang tidak dapat merasakan keagungan dan kebenaran Tao yang nyata karena selalu membatasi pola pikirnya sendiri sehingga menjadi sangat subjektif, memang “Hujan tidak menghidupkan rumput-rumput yang tak berakar”(Buku Ciang Ie).</p>
<p>Salam TAO.</p>
<p align="center"><strong>Tao itu Maha Besar</strong></p>
<p align="center"><strong> Tao menggunakan “tanpa batas” sebagai batasnya.</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/265/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/265/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=265&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/catatan-untuk-orang-skeptis/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/g0419719.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">g0419719.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAM</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/ham/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/ham/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 13:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[air]]></category>

		<category><![CDATA[alam]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[bumi]]></category>

		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<category><![CDATA[langit]]></category>

		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<category><![CDATA[muda]]></category>

		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<category><![CDATA[tua]]></category>

		<category><![CDATA[umur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/ham/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Darmawan –Jambi.
Apa itu sebenarnya HAM? Hak Asasi Manusia ya? Ooo..bukan, ternyata HAM di sini adalah hubungan antara alam &#38; manusia di dalam kehidupan.
Sebagai contoh kita ambil unsur Air. Nah, dilihat dari susunan hurufnya “AIR” hanyalah kata yang singkat yang terdiri dari 3 huruf saja namun AIR merupakan salah satu dari 3 unsur (SAN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dari : Darmawan –Jambi.</strong></p>
<p>Apa itu sebenarnya HAM? Hak Asasi Manusia ya? Ooo..bukan, ternyata HAM di sini adalah hubungan antara alam &amp; manusia di dalam kehidupan.</p>
<p><span id="more-264"></span>Sebagai contoh kita ambil unsur Air. Nah, dilihat dari susunan hurufnya “AIR” hanyalah kata yang singkat yang terdiri dari 3 huruf saja namun AIR merupakan salah satu dari 3 unsur (SAN YEN ) yaitu  bumi, air, dan langit. Kehidupan manusia terus mengalir secara alami (CE RAN ) seperti juga halnya Air. Tanpa kita sadari air yang tidak asing lagi bagi kita, dekat sekali dengan kehidupan kita sebagai manusia. Air dapat dijumpai dalam hampir setiap proses kegiatan manusia tetapi jarang sekali orang menyelami makna/ falsafah air dalam kehidupan manusia itu sendiri.</p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/11.JPG" title="11.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/11.JPG" alt="11.JPG" align="left" /></a>Jika kita mau menelaah lebih dalam, manusia  sama halnya dengan air. Dahulu air hanyalah air, namun melalui riset &amp; pengembangan  teknologi air dapat diproses dan bernilai lebih sehingga dapat dikomersialkan. Manusia itu sendiri juga harus bisa dikembangkan potensinya, melalui melalui berbagai proses misalnya belajar dari pengalaman, dan terus menyempurnakan pengetahuan agar dalam implementasinya terbentuk sumber daya manusia yang berkualitas &amp; bermoral  baik.</p>
<p>Berbicara tentang air, spesifiknya sifat-sifatnya air, ada beberapa sifat air yang perlu sekali ditanamkan dalam perilaku manusia sehari-hari.</p>
<p>Air mempunyai sifat selalu mengalir ke tempat yang rendah mempunyai makna ‘sifat manusia hendaknya tidak lekas sombong. Dengan mencontoh sifat air yang tenang, manusia akan lebih sabar; berpikir secara rasional dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, jujur, mudah bergaul, dan beradaptasi serta bertutur kata yang lembut.</p>
<p>Warna air itu sendiri yang transparan menyerupai sifat dasar manusia yang polos, bermula sejak pertama kali manusia menghirup oksigen di muka bumi ini. Apabila manusia dalam segala aktifitas sehari-harinya mengadopsi sifat-sifat air sebagai fundamen selain berpedoman pada poin-poin agamaisme itu sendiri maka harmonisasi akan terwujud dari tiap individu secara alami.</p>
<p>Manusia akan melalui fase awal yaitu masa anak-anak yang masih murni dan polos. Pada masa ini segala sesuatu yang diterima anak dan yang berhubungan dengannya hanya ada kata “beradaptasi” untuk belajar. Oleh karena itu perlu hal-hal baik yang ditanamkan agar dapat bertumbuh dengan baik dengan tanpa menghilangkan kepolosan dalam artian tidak penuh topeng tipu muslihat.</p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/gcah2825.JPG" title="gcah2825.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/gcah2825.JPG" alt="gcah2825.JPG" align="right" /></a>Seiring dengan waktu berlalu, manusia tumbuh dari anak-anak menjadi remaja. Tahap ini manusia masih hijau dengan kepribadian yang unik dan bervariasi, rasa ingin tahu yang besar menyebabkan dorongan emosional yang menggebu-gebu, menggebrak batasan-batasan yang dianggap tidak sejalan dengan opini, pola pikir dan pandangannya. Jadi pada tahap ini remaja perlu diarahkan, dibimbing, dan tidak diterapkan kekerasan fisik dalam mendidik. Sebab tingkat sensitivitas remaja sangatlah peka. Remaja  membutuhkan nasehat, support, dan tempat untuk mengeksploitasi rasa senang dan sedih. Faktor eksternal dari individu itu sendiri yang juga tak kalah penting yaitu atmosfer dalam keluarga dan orangtua yang memahami akan hak dan kewajiban anak. Untuk itu orangtua tidak dapat hanya membiarkan remaja tumbuh secara apa adanya tanpa peranan orangtua yang optimal Seperti yang pernah kita dengar pepatah yang berbunyi “Air cucuran atap itu jatuhnya ke pelimbahan juga”, maknanya mungkin dipahami orang dengan arti tunggal yang artinya tingkah laku orangtua absolut menurun kepada anaknya. Namun pengertiannya di sini tidak hanya dicerna dari sisi fisik dan karakter saja tapi lebih kepada prosesnya. Perlu diperhatikan lingkungan terkecil di mana remaja tumbuh berawal dari lingkungan keluarga, jadi segala tindak tanduk orangtua akan mendorninasi terhadap perkembangan anak. Jadi orangtua merupakan aktor penting dibalik proses kematangan remaja yang akan memberikannya pondasi dan perisai agar kelak dapat membentenginya dari hal-hal yang sifatnya negatif non konstruktif. Pada masa remaja disebut-sebut juga masa yang rawan. Kenapa? Coba kita bertanya-tanya memasuki ke era yang begitu mengglobal, apa yang tidak dapat diakses oleh seseorang? Dari sekian poin yang kompleks., salah satunya adalah pergaulan. jadi diharapkan dalam mengarungi arus ini selalu bersandar pada WU TAO-nya sehingga dapat tiba di tepian dengan kualitas individu yang baik.<br />
Pada tahap maturity (kematangan - red), manusia akan makin menemukan jati dirinya (siapa aku, kenapa aku, mengapa aku, bagaimana aku, kapan aku). Manusia akan lebih bertanggung jawab, tingginya apresiasi terhadap profesionalitas, dan keterlibatannya dalam ruang interaksi sosial yang lebih luas di masyarakat.</p>
<p>Setelah mengalir dan terus mengalir, tentu manusia akan melalui tahap declining (usur / menurun-red). Pada tahap declining, manusia seperti halnya air, ada pasang ada surutnya.</p>
<p>Semua orang berlomba-lomba mengejar LIMA BAHAGIA (U FUK)  yang diidamkan dengan berbagai cara. Namun dalam kehidupan sehari-hari keadaan setiap manusia tidak sama dan tidak tetap, kadang dalam kondisi sehat kadang jatuh sakit, adakalanya jaya kadang tidak jaya seperti roda sekali ke atas sekali ke bawah. Harus kita sadari itu semua merupakan proses yang sudah semestinya dilalui dan jangan berhenti untuk terus berbuat yang terbaik.</p>
<p>Jadi kesimpulannya manusia haruslah memupuk prilaku yang tidak jauh dari sifat-sifat positif air karena sebenarnya alam dan manusia adalah satu. Di mana ada korelasi positif antara manusia dan alam (air). Hubungannya saling mengisi dan ada ketergantungan mutualisme yang erat. Alam membutuhkan manusia untuk menjaga keseimbangan ekosistemnya dan alam juga diperlukan bagi manusia untuk eksistensi / kelangsungan kehidupan.</p>
<p>Uraian-uraian yang telah disampaikan di atas merupakan penjabaran dari bagan alur hidup manusia sebagai berikut:</p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="510"><strong>WAKTU</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="185"><strong><img src="http://idb-images.siutao.com/graphhidup.jpg" alt="graphhidup.jpg" height="146" width="171" /></strong><strong> </strong></td>
<td width="325"><strong>JARAK</strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="510"><strong>O      I                             </strong><strong>II                       III                    IV</strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="510"><strong>Bagan 1.0 alur hidup manusia <em>(Human Lifetime)</em></strong><br />
KET:<br />
I      =  Masa anak-anak (<em>Children    Time)</em><br />
II  = Masa remaja / pertumbuhan (<em>Growth Time) </em><br />
III    = Masa dewasa <em>(Maturit</em><em>y    Time)</em><br />
IV =Masa lanjut usia <em>(    Declining Time)</em></td>
</tr>
</table>
<p>Salam Tao</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/264/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/264/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=264&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/ham/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/11.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">11.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/gcah2825.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">gcah2825.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/graphhidup.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">graphhidup.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akurasi Thung Sen</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/akurasi-thung-sen/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/akurasi-thung-sen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 13:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[akurasi thung shen]]></category>

		<category><![CDATA[mawas diri]]></category>

		<category><![CDATA[shen]]></category>

		<category><![CDATA[tao]]></category>

		<category><![CDATA[wu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/akurasi-thung-sen/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Nandha – Sukabumi.
Pernahkah kita mengalami ke-tidakakurat-an jawaban Shen pada saat kita bertanya kepada beliau? Atau mendapat jawaban yang berubah-ubah dari beliau? Lantas apa yang kemudian persepsi kita terhadap beliau ketika kita mengalami hal tersebut?
Jika kita mengalami hal-hal tersebut seperti di atas, langkah awal yang harus kita lakukan adalah intropeksi diri, mengapa Shen sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dari : Nandha – Sukabumi.</strong></p>
<p>Pernahkah kita mengalami ke-tidakakurat-an jawaban Shen pada saat kita bertanya kepada beliau? Atau mendapat jawaban yang berubah-ubah dari beliau? Lantas apa yang kemudian persepsi kita terhadap beliau ketika kita mengalami hal tersebut?</p>
<p><span id="more-263"></span><a href="http://idb-images.siutao.com/gcah2579.JPG" title="gcah2579.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/gcah2579.JPG" alt="gcah2579.JPG" align="right" /></a>Jika kita mengalami hal-hal tersebut seperti di atas, langkah awal yang harus kita lakukan adalah intropeksi diri, mengapa Shen sampai tidak memberikan jawaban yang sebenarnya, dan jangan terburu-buru menyalahkan Shen. Umumnya penyebab hal-hal diatas adalah :</p>
<p>1. <strong>Telah timbul mental ketergantungan pada diri kita.</strong><br />
Orang Siu Tao seharusnya selalu menuju kearah peningkatan kualitas diri yang lebih baik, baik secara fisik maupun mental. Jika setelah mempunyai Fu Fak Shen, kita malah semakin menjadi tergantung dan semakin tidak mempunyai percaya diri untuk menentukan langkah dalam  kehidupan kita, ini merupakan suatu kemunduran. Secara nalar dan logika harusnya kita sadar bahwa Fu Fak Shen sedang mendidik kita untuk tidak mempunyai mental ketergantungan yang semakin membuat kita lemah.</p>
<p>2. <strong>Pertanyaan bodoh dan kurang relevan.</strong><br />
Sering kali kita kebablasan dengan Fu Fak Shen kita, perlu diingat beliau di satu sisi memang sahabat kita, tapi di sisi lain Beliaupun merupakan guru kita. Jika pertanyaan kita hanya berupa pertanyaan yang tidak relevan untuk ditanyakan, contoh : Shen apakah hari ini akan hujan? Apakah saya akan telat ke kantor? Apakah saya bisa lolos dari atasan karena tugas belum beres?<br />
Coba dinalar apakah itu pertanyaan yang relevan untuk ditanyakan pada guru kita?? Jika pertanyaan-pertanyaan sejenis itu yang selalu kita tanyakan, cobalah telaah sebenarnya sampai dimana level kita??</p>
<p>3. <strong>Memaksakan jawaban atas pertanyaan kita.</strong><br />
Perlu diakui, kita selalu ingin mendapatkan jawaban yang terbaik atas pertanyaan yang menyangkut diri kita, tetapi pada saat kita bertanya pada Shen, cobalah untuk tenang dan terbuka jangan sampai rasa cemas, takut, maupun ego kita terlalu berharap bahwa jawaban harus sesuai dengan harapan kita. Jika seperti itu malah biasanya yang menjawab adalah pikiran kita sendiri.</p>
<p>4. <strong>Mengetest Shen.</strong><br />
Jangan pernah berpikiran untuk mengetest Shen untuk jawaban yang sudah kita ketahui apalagi untuk pertanyaan yang konyol, misalnya : Shen apa hari lahir saya? Saya lelaki atau perempuan? Apakah gadis itu suka pada saya? Dan sebagainya.<br />
Perlu diingat, kita tidak sedang main Jelangkung, jadi perhatikan sikap batin-mu!!.</p>
<p>5. <strong>Berusaha menjadi konsultan gaib / paranormal.</strong><br />
Masih ada yang secara tidak sadar memandang Shen seperti pembisik gaib, dimana dipakai sebagai tempat bertanya layaknya dukun yang bertanya pada pembisik-pembisik gaibnya atas segala keluhan dari para pasiennya. Ini sudah menjadi salah kaprah, sebab sudah pasti jika saya jadi Fu Fak Shen pun akan menegur “kamu saja tidak mengerti permasalahanmu, hidupmu, menolong diri sendiri saja tidak mampu, kenapa tidak kau benahi saja dirimu dulu?”.<br />
Untuk beberapa kasus yang “urgent”, mungkin Fu Fak Shen mau memberitahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, namun jika sudah keseringan, secara nalar kita pasti tahu Shen tidak akan memposisikan dirinya sebagai pembisik gaib layaknya pegangan para dukun.</p>
<p>Hal-hal di atas memang sepintas terlihat spele, namun sebenarnya ceminan dari kualitas mental dan pola pandang kita terhadap Shen. Mungkin masih banyak sebab-sebab yang membuat komunikasi dengan Shen (Thuang Shen) menjadi tidak akurat. Oleh karena itu kaum Siu Tao harus selalu mawas diri dan selalu intropeksi diri dalam menjalani kehidupan ini dan jangan sampai karena tidak “Wu” malah menyalahkan Shen maupun pihak lain.</p>
<p>PERTAMA “<strong>WU</strong>”, KEDUA”<strong>WU</strong>”, KETIGA”<strong>WU</strong>”, DAN SETERUSNYA PUN “<strong>WU</strong>”</p>
<p>Salam TAO</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/263/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/263/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=263&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/akurasi-thung-sen/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/gcah2579.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">gcah2579.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEAHLIAN</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/keahlian/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/keahlian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 13:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[cita - cita]]></category>

		<category><![CDATA[impian]]></category>

		<category><![CDATA[keahlian]]></category>

		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>

		<category><![CDATA[pergaulan]]></category>

		<category><![CDATA[relasi]]></category>

		<category><![CDATA[wawasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/keahlian/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Bernard – Jakarta.
Di bawah ini adalah sebuah percakapan antara si bungsu dengan si sulung mengenai peran keberuntungan dan keahlian dalam mencapai kesuksesan:
Bungsu    : Apakah kamu setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa keberuntungan adalah segalanya?

Sulung    : Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberuntungan itu merupakan salah satu faktor yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>Dari : Bernard – Jakarta.</b></p>
<p>Di bawah ini adalah sebuah percakapan antara si bungsu dengan si sulung mengenai peran keberuntungan dan keahlian dalam mencapai kesuksesan:</p>
<p><span id="more-262"></span>Bungsu    : Apakah kamu setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa keberuntungan adalah segalanya?</p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/b_y_1192.JPG" title="b_y_1192.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/b_y_1192.JPG" alt="b_y_1192.JPG" align="left" /></a></p>
<p><b>Sulung</b>    : Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberuntungan itu merupakan salah satu faktor yang sedikit banyak berperan dalam keberhasilan maupun kemajuan seseorang di bidang apapun. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah cukup kalau kita hanya mengandalkan keberuntungan saja tanpa mau berusaha keras dalam mewujudkan apa yang menjadi cita2 atau impian kita apapun bidangnya?</p>
<p>Bungsu    : Bisa dijelaskan lebih mendetail? Saya masih kurang paham. Soalnya yang saya sering dengar adalah pandangan yang mengatakan keberuntungan itu segala2nya.</p>
<p><b>Sulung</b>    : Pandangan yang mengatakan bahwa keberuntungan adalah segala2nya cenderung dapat melemahkan daya juang dan semangat kita dalam berusaha. Meskipun keberuntungan jelas berperan dalam menunjang keberhasilan tapi usaha dan tindakan nyata dari kita pun mutlak tetap diperlukan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan saja kalau kita ingin maju dan berhasil.<br />
Misalkan kamu ingin menjadi seorang dokter bedah jantung ternama, apakah cukup hanya dengan bersantai2, bermalas2an dan mengandalkan keberuntungan saja?<br />
Apakah bisa berhasil dan lulus menjadi seorang dokter yang qualified? Dari sini saja kita sudah bisa melihat bahwa usaha keras dalam rangka menggali pengetahuan  dan keahlian tetap mutlak diperlukan. Apapun bidang yang ingin atau akan kita geluti  entah menjadi pebisnis sukses,  ilmuwan (scientist), ahli masak terkemuka, atlet ternama, dokter  ahli, jago kungfu, pakar fengshui, dsbnya mutlak diperlukan kepandaian, pengetahuan, dan keahlian yang memadai bila kita ingin berhasil. Dan suatu pengetahuan yang mendalam, keahlian, dan kepandaian hanya dapat dicapai dengan usaha sendiri yang terus menerus dan konsisten. Tidak ada jalan  lain atau jalan pintas.</p>
<p>Bungsu    : Jadi kesimpulannya mengandalkan keberuntungan saja tidak cukup? Tapi saya lihat orang yang tidak mempunyai keahlian sering bisa sukses dan kaya raya?</p>
<p><b>Sulung</b>    : Sepintas bila dilihat sambil  lalu sepertinya keberuntungan semata yang sepenuhnya membuat orang itu berhasil. Tapi kalo diperhatikan lebih mendetil akan terlihat sedikit banyak orang tersebut harus mempunyai suatu keahlian dan kelebihan tersendiri agar keberhasilannya dapat terus berlangsung dan dapat dipertahankan.<br />
Keahliannya bisa saja pandai dan jeli dalam membuat atau membeli produk, bisa juga hubungan interpersonalnya baik, ketelitiannya, kejujurannya atau kerajinannya , sikap berhemat, suka menolong, disiplin, wawasannya luas, pergaulan/relasi yang luas sehingga banyak teman yang bersedia membantu dan memberi jalan dan bisa juga mengerti tentang strategi bisnis dan masih banyak lagi . Setiap orang jelas mempunyai “bobot” keberuntungan yang berbeda2. Dan kita sebetulnya juga bisa meningkatkan keberuntungan dan ini juga TETAP memerlukan usaha kita sendiri dan tidak bisa diwakilkan. Keberuntungan dapat ditingkatkan dengan banyak2 berbuat baik dan amal pada orang lain dan banyak2 sembahyang /  latihan. Di samping melakukan hal diatas, yang tidak kalah penting kita perlu terus meningkatkan pengetahuan, pergaulan dan relasi, wawasan, keahlian di bidang lain. Semua ini jelas bisa kita lakukan karena sepenuhnya ada di dalam kendali kita sendiri. Dengan terus meningkatnya keberuntungan + keahlian dan kepandaian, taraf hidup kita tentu akan menjadi lebih baik dibandingkan dengan kita tidak mempunyai kepandaian / keahlian tertentu dan hanya mengandalkan keberuntungan semata.</p>
<p align="center"><b>&#8212;ooo&#8212;</b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/262/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/262/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=262&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/keahlian/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/b_y_1192.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">b_y_1192.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Pembaca</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/surat-pembaca/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/surat-pembaca/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 12:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[DEWA]]></category>

		<category><![CDATA[hio]]></category>

		<category><![CDATA[IDB]]></category>

		<category><![CDATA[IDD]]></category>

		<category><![CDATA[Intan Dalam Debu]]></category>

		<category><![CDATA[lilin]]></category>

		<category><![CDATA[Surat pembaca]]></category>

		<category><![CDATA[tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/surat-pembaca/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Redaksi Intan Dalam Debu.
Saya  ingin berterima kasih karena dengan dimuatnya surat saya pada kolom pembaca IDB No. 23, saya berhasil mendapatkan  IDB yang komplit dari seorang Taoyu Temanggung (Sdr. Adi Mulyawan Srikuning yang berkedudukan di Semarang).
Karena di daerah saya (Pleiwari) tidak ada Tao Kwan, dan rekan-rekan Taoyu pun hanya beberapa orang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dari : Redaksi Intan Dalam Debu.</strong></p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/gc400441.JPG" title="gc400441.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/gc400441.JPG" alt="gc400441.JPG" align="left" /></a>Saya  ingin berterima kasih karena dengan dimuatnya surat saya pada kolom pembaca IDB No. 23, saya berhasil mendapatkan  IDB yang komplit dari seorang Taoyu Temanggung (Sdr. Adi Mulyawan Srikuning yang berkedudukan di Semarang).<br />
Karena di daerah saya (Pleiwari) tidak ada Tao Kwan, dan rekan-rekan Taoyu pun hanya beberapa orang, sehingga majalah IDB ini sangat membantu sekali bagi saya, dan saya mengakui adanya kemajuan dalam latihan saya sehari-hari.</p>
<p>DA JIA XUE DAO HAO</p>
<p>Salam Tao,<br />
Arifin Yahya<br />
Di Pleiwari - Kal Sel</p>
<blockquote><p><span id="more-261"></span>DA JIA XUE DAO HAO<br />
Kami sangat gembira karena kolom ini ternyata selain menjadi wadah untuk memperbaiki IDB  kita, melalui kritik dan saran dari para pembaca semua, ternyata juga dapat membantu Taoyu kita.<br />
Kami sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh Se Siung Adi, dan turut senang karena apa yang dilakukan dapat membantu kemajuan Siutao dari teman-teman Taoyu di Pleiwari.</p>
<p>Salam Tao,<br />
Redaksi</p></blockquote>
<p>Setelah membaca 3 edisi IDD, edisi 22, 23 &amp; 24, baru sekarang saya memberanikan diri untuk mengirimkan artikel saya. Sebagai seorang Taoyu yang baru saja di Taoying, saya merasa sangat bersyukur dan bangga karena IDD adalah salah satu wadah dapat mempererat Taoyu-Taoyu.  Saya sendiri langsung jatuh hati, saat pertama menemukan dan membaca IDD.<br />
Sehingga timbul suatu keberanian dan keinginan saya untuk turut serta bersumbangsih mengisi artikel IDD. Sekiranya nanti tulisan ini belum berkenan dan tidak termuat dalam IDD edisi mendatang, saya tetap berbangga hati dapat berpartisipasi memberikan sedikit coretan pena, dalam bentuk wawasan tertulis. Semoga petunjuk dan bimbingan Sesiung &amp; Secie selalu memberikan angin segar bagi kita untuk ikut lebih aktif dan berpartisipasi dalam IDD.<br />
Sebagai pemula yang masih awam tentang TAO,  harapan saya semoga dengan berjalannya waktu, saya dapat mengerti, memahami, semakin bijak dan arif dalam mendalami TAO. Yang terpenting tentunya dengan tulus hati menerima TAO sebagai satu-satunya pegangan hidup. Hingga  akhirnya dapat mencapai apa yang disebut rasa kebahagiaan yang sesungguhnya.</p>
<p>Salam Tao<br />
Tjoeng Djauw Hui<br />
Di  Magelang</p>
<blockquote><p>Da Jia Xue Dao Hao<br />
Sebelumnya kami sangat menyambut baik keinginan Se Siung untuk turut berpartisipasi dengan mengirimkan artikel dan surat pembaca ini. Semoga isi dari majalah IDD ini dapat menginspirasi anda dan pembaca lainnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kualitas Siu Tao kita.Dan tentunya juga dapat menyemangati Tao Yu-Tao Yu lainnya untuk berbagi pengalaman dan pengertian yang dituangkan dalam bentuk artikel. Cia You !!!!!</p>
<p>Salam Tao,<br />
Redaksi</p></blockquote>
<p>Saya adalah orang awam yang biasa bersembahyang di klenteng. Suatu kali saya mendapat satu majalah ‘Intan Dalam Debu’ edisi ke 21 yang kebetulan di taruh di meja klenteng. Saya sangat tertarik akan isinya dan saya ambil satu.<br />
Dalam kesempatan ini saya ingin bertanya mengenai sembahyangan :<br />
1. Apa ada bedanya menggunakan hio satu dengan hio banyak-banyak? Bagaimana Hio besar?<br />
2. Apakah perlu membakar lilin-lilin besar?<br />
Mungkin ada yang bisa memberi penjelasan pada saya, karena selama ini saya selalu bertanya-tanya dalam hati. Apakah Dewa yang kita sembah melihat banyak atau besarnya hio atau besarnya lilin?<br />
Terima kasih dan sebelumnya saya minta maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung?</p>
<p>Hormat saya,<br />
Sin Sin<br />
Jakarta</p>
<blockquote><p>Da Jia Hao,<br />
Saudara S in Sin yang terhormat, terima kasih atas perhatiannya terhadap majalah ini dan juga atas pertanyaannya yang sangat bagus.<br />
Memang banyak di antara umat klenteng yang tidak tahu makna Hio &amp; Lilin, karena memang sangat sedikit sekali orang yang bisa memberikan keterangan tentang sembahyang, sehingga banyak umat yang hanya sembahyang tapi tidak mengerti.<br />
Sebenarnya penggunaan Hio sudah rancu antara keagamaan dan tradisi. Ada beberapa versi penggunaan Hio, terserah pada umat mau memakai cara yang mana. Umat Khong Hu Cu misalnya menggunakan 3 Hio sebagai lambang Thian, Ti &amp;  Ren. Sedangkan Umat Tao hanya menggunakan 1 batang Hio karena hio hanya sebagai lambang kita mengetuk pintu demensi keDewaan. Juga karena Umat Tao mempunyai prinsip hemat tidak menghambur-hamburkan.<br />
Begitu pula lilin memang banyak digunakan sebagai lambang penerangan, Umat Tao biasanya hanya menggunakan sepasang lilin bila Sembahyang di rumah, sedangkan pada saat sembahyang di Klenteng kalau sudah banyak lilin yang menyala sebagai penerangan tidak perlu lagi. Banyak Umat yang menggunakan sepasang lilin saat sembahyang dan pada saat Sin Cia beramai-ramai menggunakan Lilin yang besar- besar dengan maksud berbuat amal atau menyiasati Ciong.<br />
Kwalitas sembahyang seseorang bukan dipengaruhi oleh penggunaan banyak &amp; besarnya  Lilin dan Hio, melainkan dari ketulusan hati orang tersebut. Dewa-Dewi kita sangatlah pengasih dan pengertian, bila ada rejeki lebih hendak memakai Hio atau Lilin besar agar klenteng kelihatan semarak juga tidak apa, bila sedang paceklik, tidak pakai hio atau lilinpun doa tetap didengar. Jadi tidak perlu ragu dan takut kalah besar atau kalah banyak Hio  atau Lilin yang digunakan. Tidak ada yang lebih berharga dari pada hati yang tulus dan bersih. Bila memang mempunyai Hokgie yang lebih, apakah tidak lebih baik digunakan untuk berbuat amal , menolong orang lain, pasti lebih bermanfaat.<br />
Salam Tao</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/261/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/261/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=261&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/surat-pembaca/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/gc400441.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">gc400441.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penuntun Menuju Kesempurnaan</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/penuntun-menuju-kesempurnaan/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/penuntun-menuju-kesempurnaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 12:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[penuntun menuju kesempurnaan]]></category>

		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/penuntun-menuju-kesempurnaan/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Lim Peng Hiang,   Bandar Lampung.
Di dalamnya terkandung banyak mutiara,
Yang lumpurnya menanti kita bersihkan;
Ajarannya akan membebaskan dari sengsara
Para penganutnya yang sungguh punya keyakinan.
Agama ini tidak menakuti-nakuti,
Memberikan banyak larangan itu dan ini;
Tapi menyadarkan agar kita mawas diri,
Menggunakan nalar dan selalu rendah diri,
Mendahulukan orang lain, barulah diri sendiri,
Tidak arogan, apalagi sudah dapat Hwang Ie.
Kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>Dari : Lim Peng Hiang,   Bandar Lampung.</b></p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/g0101141.JPG" title="g0101141.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/g0101141.JPG" alt="g0101141.JPG" align="left" height="481" width="150" /></a>Di dalamnya terkandung banyak mutiara,<br />
Yang lumpurnya menanti kita bersihkan;<br />
Ajarannya akan membebaskan dari sengsara<br />
Para penganutnya yang sungguh punya keyakinan.</p>
<p align="right">Agama ini tidak menakuti-nakuti,<br />
Memberikan banyak larangan itu dan ini;<br />
Tapi menyadarkan agar kita mawas diri,<br />
Menggunakan nalar dan selalu rendah diri,<br />
Mendahulukan orang lain, barulah diri sendiri,<br />
Tidak arogan, apalagi sudah dapat Hwang Ie.</p>
<p>Kita tidak berpura-pura menjadi orang suci,<br />
Menganggap orang-orang lain tidak bersih;<br />
Kita dituntut bertambah arif setiap hari,<br />
Fisik dan mental terus menerus direvisi,<br />
Bekerja keras, bukan dengan mimpi-mimpi,<br />
Barulah oleh para Dewa kita disayangi.</p>
<p align="right">Bagaikan permata yang terang berkilau,<br />
Yang gemerlap meskipun dalam kegelapan;<br />
Itulah agamaku, — agama TAO,<br />
Penuntun manusia menuju kesempurnaan.</p>
<p align="center"><b>ooo000ooo</b></p>
<p align="center"><b>Bandar Lampung, 22 April 2005.</b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/260/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/260/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=260&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/penuntun-menuju-kesempurnaan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/g0101141.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">g0101141.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Interaksi Individu</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/dampak-interaksi-individu/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/dampak-interaksi-individu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 12:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[individu]]></category>

		<category><![CDATA[interaksi]]></category>

		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>

		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<category><![CDATA[siu tao]]></category>

		<category><![CDATA[tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/dampak-interaksi-individu/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Tian Kang - Jakarta.
Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kita berhubungan dengan antar individu dan kelompok di lingkungan sosial yang berbeda-beda. Individu memiliki karakter yang berlainan satu dengan yang lainnya. Perbedaan antar karakter individu sebagai identitas diri individu masing-masing. Perilaku yang ditunjukkan oleh individu, membuat individu yang lain mengambil sikap atau tindakan sebagai reaksi individu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dari : Tian Kang - Jakarta.</strong></p>
<p>Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kita berhubungan dengan antar individu dan kelompok di lingkungan sosial yang berbeda-beda. Individu memiliki karakter yang berlainan satu dengan yang lainnya. Perbedaan antar karakter individu sebagai identitas diri individu masing-masing. Perilaku yang ditunjukkan oleh individu, membuat individu yang lain mengambil sikap atau tindakan sebagai reaksi individu yang bersangkutan. Interaksi individu akan membentuk kondisi lingkungan dalam pergaulannya.</p>
<p><span id="more-259"></span><a href="http://idb-images.siutao.com/sngledad.JPG" title="sngledad.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/sngledad.JPG" alt="sngledad.JPG" align="left" height="165" width="167" /></a>Reaksi yang diambil oleh individu, bisa sebagai reaksi positif atau negative terhadap perilaku individu yang lain. Reaksi positif, bisa disebabkan masing-masing  individu saling menghargai, mengikuti norma yang berlaku, tidak menunjukkan egois yang berlebihan, persamaan pemikiran, kesamaan kepentingan, tujuan atau merasakan adanya perasaan senasib. Reaksi negatif yang terjadi, bisa karena ada salah satu individu tidak mengindahkan norma-norma yang ada, merasa tidak ada kesamaan kepentingan, egois yang berlebihan, tidak sejalan pemikiran, tujuan yang berbeda dan merasa diri lebih hebat dari yang lain.</p>
<p>Interaksi individu bisa dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja dan masyarakat. Masing-masing lingkungan sosial mempunyai penekanan norma-norma.</p>
<ul>
<li>Lingkungan keluarga.<br />
Sebagai lingkungan sosial awal dalam membentuk karakter individu. Anak sebagai individu menghormati orang tua, menyayangi sesama anggota keluarga. Begitu juga dengan orang tua, menyayangi sesama anggota keluarganya. Jika tidak ada saling menyayangi akan timbul kekacauan dalam keluarga. Keluarga juga sebagai tempat individu untuk berlindung.</li>
<li><a href="http://idb-images.siutao.com/pe14801.JPG" title="pe14801.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/pe14801.JPG" alt="pe14801.JPG" align="right" height="131" width="120" /></a>Sekolah.<br />
Individu dalam sekolah menjalankan peranan masing-masing. Individu sebagai murid dalam lingkungan sekolah, berinteraksi dengan individu yang sebaya. Memiliki tujuan yang sama untuk belajar, memiliki kesamaan kepentingan dan ada aturan. Membuat individu hampir tidak ada perselisihan.</li>
<li>Tempat kerja.<br />
Individu satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan latar belakang, Namun dengan perbedaan yang ada, mereka harus bekerjasama untuk kemajuan diri dan perusahaannya. Individu dalam lingkungan kerja melakukan hubungan komunikasi yang baik, untuk kemajuan perusahaan. Jika tidak ada komunikasi yang baik, akan membuat lingkungan kerja yang kurang nyaman.</li>
<li>Masyarakat.<br />
Lingkungan paling luas bagi individu untuk berinteraksi dengan individu lain. Masing-masing individu memiliki perbedaan latar belakang, kepentingan dan tujuan. Hal yang kelihatan dengan mata, bisa sebagai kebohongan karena ada kepentingan dan tujuan yang berlainan. Individu menjaga jarak sebagai perlindungan diri. Tapi masing-masing individu saling menghargai karena adanya norma sosial.</li>
</ul>
<p>Individu dalam berinteraksi mempunyai perbedaan maupun persamaan. Jika masing-masing individu dapat menggambarkan atau melukiskan keadaan dan perasaan diri orang lain ke dalam diri sendiri, maka akan tercipta suasana lingkungan sosial yang nyaman. Sebagai seorang yang Siu Tao, mau memilih interaksi yang seperti apa dampaknya? Siu Tao merevisi diri menuju yang lebih baik, berpikiran positif. Dengan demikian, pasti hal-hal yang baik pilihannya, bukan?</p>
<p>Salam Tao.</p>
<p align="center"><em><strong>Ingin sekitarnya bersinar, dirinya harus seperti<br />
lilin yang sedang menyala</strong></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/259/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/259/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=259&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/dampak-interaksi-individu/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/sngledad.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">sngledad.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/pe14801.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">pe14801.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komitmen</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/komitmen/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/komitmen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 10:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[eksternal]]></category>

		<category><![CDATA[internal]]></category>

		<category><![CDATA[komitmen]]></category>

		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>

		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<category><![CDATA[siu tao]]></category>

		<category><![CDATA[tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/komitmen/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Hindrawan - Jakarta.
Apa sih sebenarnya arti kata komitmen?
Mungkin sebagian dari kita ada yang mengerti dan dapat menjelaskan dengan baik. Mungkin sebagian dari kita ada yang bingung dan belum jelas apa artinya. Atau mungkin juga sebagian dari kita tidak tahu apa arti kata komitmen.
 Kita coba lihat beberapa contoh berikut :

Pernahkan kita berpikir tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dari : Hindrawan - Jakarta.</strong></p>
<p>Apa sih sebenarnya arti kata komitmen?<br />
Mungkin sebagian dari kita ada yang mengerti dan dapat menjelaskan dengan baik. Mungkin sebagian dari kita ada yang bingung dan belum jelas apa artinya. Atau mungkin juga sebagian dari kita tidak tahu apa arti kata komitmen.<br />
<span id="more-258"></span> Kita coba lihat beberapa contoh berikut :</p>
<ol>
<li><strong>Pernahkan kita berpikir tentang asal mula manusia dari mana?</strong><br />
Setiap manusia yang lahir adalah berkat perjuangan sebuah sel sperma yang berhasil membuahi sel telur. Dari jutaan sel yang berkompetisi ternyata hanya ada 1 pemenang yang keluar sebagai juara. Siapakah sel itu? Kita!</li>
<li><strong> Pernahkan kita melihat seorang anak bayi yang sedang relajar berjalan?</strong><br />
Dia berkali-kali jatuh dan mungkin menangis, namun tetap ngotot bangun lagi sampai akhirnya berhasil berjalan di atas kedua kakinya. Siapakah bayi itu? Kita!</li>
<li><strong>Pernahkah kita melihat sepasang suami istri yang hidup rukun sampai kakek nenek?</strong></li>
</ol>
<p>Jadi komitmen adalah suatu janji pada diri kita sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Harusnya, sekali kita komit, maka kita akan selalu mempertahankan janji itu sampai akhir. Setiap orang dari kecil sampai dewasa pastilah pernah membuat komitmen, meskipun terkadang komitmen itu seringkali tidak diucapkan dengan kata-kata.Seiring bertambahnya usia seseorang, maka komitmen yang ada semakin berkembang dalam penerapannya. Lalu apa saja komitmen yang semakin berkembang itu? Bagaimana penerapan komitmen dalam kehidupan kita?</p>
<p>Berikut ini adalah contoh-contohnya :</p>
<p align="left"><a href="http://idb-images.siutao.com/infant.JPG" title="infant.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/infant.JPG" alt="infant.JPG" align="right" /></a></p>
<ul>
<li>Sebagai Anak :
<ul>
<li><strong>Komitmen bakti pada orang tua</strong>.<br />
Mungkin semua pernah mendengar tentang bakti pada orang tua, dan dalam hati berkata : “Saya sudah berbakti kok pada orang tua.” Tapi coba kita renungkan sekali lagi apakah kita benar-benar tulus berbakti pada orang tua kita?</li>
<li><strong>Komitmen menyelesaikan studi dengan sebaik-baiknya.</strong><br />
Kita semua juga pasti ingin apabila nilai pelajaran di sekolah ataupun di kuliah kita mendapatkan nilai yang terbaik menurut ukuran kita masing-masing. Tapi apakah kita sudah benar-benar berusaha yang terbaik? Jujur, kebanyakan dari kita pasti malas kan waktu sekolah?</li>
<li><strong>Komitmen menjaga nama baik keluarga.</strong><br />
Siapa sih yang senang apabila nama baik keluarga kita tercemar? Kalau begitu, jagalah nama baik keluarga kita, karena sekali nama baik tercoreng, seumur hidup tidak bisa hilang.</li>
</ul>
</li>
<li>Sebagai Orang Tua :<a href="http://idb-images.siutao.com/z4459.JPG" title="z4459.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/z4459.JPG" alt="z4459.JPG" align="left" /></a>
<ul>
<li><strong>Komitmen menjaga keutuhan rumah tangga.</strong><br />
Sebagai orang tua, kita pasti ingin agar keluarga kita senantiasa rukun selalu. Betul kan? Tapi yang namanya problem rumah tangga pastilah ada. Karena itu kita perlu dewasa dalam menyikapi suatu masalah, jangan sampai karena masalah sepele saja malah menjadikan ribut besar. Seperti ada perkataan : sewaktu pacaran buka mata lebar-lebar, setelah menikah tutup sebelah mata.</li>
<li><strong>Komitmen memberikan penghidupan yang layak untuk anak-anak kita.</strong><br />
Sebagai orang tua, kita juga wajib memenuhi semua kebutuhan anak tanpa terkecuali. Namun kita juga harus pandai membedakan yang mana merupakan kebutuhan dan yang mana hanya berupa keinginan. Kebutuhan haruslah sesuatu yang dapat membantu anak mendapatkan bekal bagi kehidupannya di masa depan.</li>
</ul>
</li>
<li>Sebagai Anggota Masyarakat :
<ul>
<li><strong>Komitmen mematuhi peraturan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum.</strong><br />
Rasanya sekarang ini sangat sulit menemukan orang yang masih benar-benar patuh pada peraturan yang ada di masyarakat. Contoh sederhana saja, berapa orang yang masih patuh pada aturan berlalu lintas?</li>
<li><strong>Komitmen menjaga nama baik Tao.</strong><br />
Kalau berbicara tentang hal ini, rasanya cukup berat untuk sebagian dari kita, karena menyangkut nama baik Tao. Untuk yang merasa berat, kita bisa mulai mencoba dari hal yang lebih kecil dulu seperti menjaga nama baik keluarga. Kalau keluarga baik, maka orang lain pasti akan berkata : “Itu lho, keluarga Tao, selalu hidup rukun.” Kalau sudah begini, bukankah kita sudah termasuk menjaga nama baik Tao?</li>
<li><strong>Komitmen menyebarkan Tao.</strong><br />
Untuk beberapa orang mungkin juga ada yang mengalami kesulitan berpikir, bagaimana caranya saya menyebarkan Tao? Menurut saya, apabila kita telah berpikiran baik, bertutur kata baik, bertingkah laku benar, maka sebenarnya kita juga telah menyebarkan Tao, meskipun belum sampai pada level ajaran Tao.<br />
Mempertahankan komitmen yang telah kita buat, sangatlah penting karena apabila kita tidak mampu untuk mempertahankan komitmen yang telah kita buat, maka yang akan terjadi adalah rusaknya hubungan kita dengan sekeliling kita. Hal ini dapat kita lihat dalam kondisi yang ada di sekeliling kita, dimana banyak terjadi pertengkaran dan ketidakharmonisan.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Ada 2 (dua) faktor utama yang membuat orang tidak dapat mempertahankan komitmen yang telah ia buat sebelumnya, yaitu :<a href="http://idb-images.siutao.com/jbiz144.JPG" title="jbiz144.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/jbiz144.JPG" alt="jbiz144.JPG" align="right" height="158" width="125" /></a><a href="http://idb-images.siutao.com/jbiz144.JPG" title="jbiz144.JPG"> </a></p>
<ol>
<li><strong>Internal (diri sendiri), seperti</strong> :
<ul>
<li>Ceroboh saat akan mengambil keputusan, sehingga menyesal dikemudian hari.</li>
<li>Kurang berpikir panjang sewaktu menganalisa resiko-resiko yang akan dihadapi apabila ia mengambil keputusan.</li>
<li>Keyakinan goyah disebabkan karena seseorang tidak kuat mentalnya.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Eksternal (di luar diri sendiri), seperti :</strong>
<ul>
<li>Lingkungan.<br />
Seringkali karena pengaruh lingkungan, seseorang gagal dalam mempertahankan komitmennya. Didalamnya termasuk peran keluarga, pasangan, atau sahabat/teman.</li>
<li>Gaya hidup yang tidak benar.<br />
Perkembangan jaman, selain membawa dampak positif, juga terkadang membawa dampak negatif bagi seseorang.</li>
<li>Pengaruh uang.<br />
Tidak bisa dipungkiri, uang memiliki power yang besar dalam hidup ini. Apabila seseorang tidak kuat mental, komitmen yang dibuat seseorang dapat kandas di tengah jalan.</li>
<li>Tidak tahan pada pasang surut kehidupan.<br />
Beberapa orang dapat terpengaruh akibat kehidupan yang dijalaninya, sehingga ia menyerah pada kehidupan.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Bagi kita yang Siu Tao, harusnya kita mampu mempertahankan komitmen yang telah kita buat, apapun bentuknya. Untuk itu, sebelum kita membuat suatu komitmen, maka kita perlu berpikir matang supaya dikemudian hari tidak terjadi penyesalan. Apabila kita telah mengambil suatu komitmen, maka kita harus mempertahankan komitmen itu sampai akhir. Maju terus!!!</p>
<p>Salam Tao.</p>
<p align="center"><em><strong>Orang hidupnya optimis adalah orang yang terus<br />
berjuang menaklukkan miskin dan sengsara.</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Orang pandai mulutnya di hati;<br />
orang bodoh hatinya di mulut.</strong></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/258/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/258/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=258&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/komitmen/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/infant.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">infant.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/z4459.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">z4459.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/jbiz144.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">jbiz144.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Kaya ?</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/mau-kaya/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/mau-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 10:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[kaya]]></category>

		<category><![CDATA[siu tao]]></category>

		<category><![CDATA[tao]]></category>

		<category><![CDATA[taoyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/mau-kaya/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Eko Ariyawan - Jakarta.
Mau kaya? Kalau mau, bisa tidak kita memenuhi syaratnya? Akankah kita menyerah untuk tetap menjadi miskin selama hidup? Kalau saya pribadi lebih memilih berusaha untuk memenuhi syarat menjadi kaya. Dengan demikian, paling tidak setiap waktu bertambah, saya harus menjadi lebih kaya dari sebelumnya. Dan akhirnya hidup yang saya jalani akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dari : Eko Ariyawan - Jakarta.</strong></p>
<p>Mau kaya? Kalau mau, bisa tidak kita memenuhi syaratnya? Akankah kita menyerah untuk tetap menjadi miskin selama hidup? Kalau saya pribadi lebih memilih berusaha untuk memenuhi syarat menjadi kaya. Dengan demikian, paling tidak setiap waktu bertambah, saya harus menjadi lebih kaya dari sebelumnya. Dan akhirnya hidup yang saya jalani akan semakin mudah setiap tahunnya.</p>
<p><span id="more-257"></span>Semua orang di dunia ini pasti ingin kaya. Apalagi bagi kita yang Siu Tao. Jika kaya maka hidup pasti lebih mudah dibandingkan dengan yang miskin. Si kaya tidak pernah dikerjar-kejar hutang, tidak pernah kekurangan gizi, dan tidak pernah kelaparan. Otomatis hidupnya lebih mudah untuk dijalani, karena badan dan pikirannya lebih sehat.</p>
<p>Saya memang belum kaya. Saat ini saya ingin mewujudkan suatu jaringan kekayaan secara alamiah. Semakin besar jaringan kekayaan saya, semakin mudah saya mengumpulkan harta kekayaan.</p>
<p>Leluhur kita sudah berusaha membuat jaringan kekayaan. Dengan membuat kuburan yang besar dan dituliskan nama-nama anak cucunya sebanyak mungkin. Kemudian ada satu tanggal setahun sekali, yang disepakati untuk datang ke kuburan leluhur, sebagai tanda bakti. Sehingga anggota keluarga yang mengunjungi kuburan tersebut, dalam hari yang sama, akan bertemu dengan anggota keluarga yang lain. Dengan demikian, secara alamiah akan terbentuk jaringan kekayaan. Hal inilah yang menyadarkan saya, pentingnya jaringan kekayaan.</p>
<p>Ada juga beberapa taoyu yang sudah berusaha membuat jaringan kekayaan secara pribadi. Saya pernah melihat seorang taoyu yang mempunyai toko disuatu kota. Toko itu didatangi taoyu lain, yang ingin beternak hewan, yang hasilnya laku dijual. Tetapi kondisi keuangannya tidak mungkin untuk membeli indukan hewan tersebut. Melihat hal itu, taoyu yang mempunyai toko hewan ingin membantu. Dengan memberikan indukan hewan tersebut, dan menerima hasil ternaknya. Saya melihat hal itu, menjadi sangat terharu. Saya mulai berfikir, jika banyak taoyu yang mau bersikap ingin membantu taoyu lain, maka kekayaan pasti sangat mudah kita kumpulkan. Sayang sekali kesadaran ini hanya dipunyai sebagian kecil saja dari taoyu-taoyu kita.</p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/pessg103.JPG" title="pessg103.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/pessg103.JPG" alt="pessg103.JPG" align="left" /></a>Saya selalu mencari siapa taoyu, yang tempat tinggalnya dekat dengan tempat tinggal saya, dan berjualan makanan, jika saya ingin membeli makanan. Demikian juga dalam memenuhi kebutuhan hidup saya sehari-hari. Saya merasa kalau harganya sama, mengapa saya tidak membeli pada sesama taoyu. Sehingga keuntungan yang didapat jatuh pada taoyu kita sendiri. Terlepas apakah saya menyukai ataupun tidak, pribadi taoyu itu sendiri. Begitu juga jika saya menjual barang atau jasa, saya selalu memotong separuh keuntungan saya jika taoyu yang membeli.</p>
<p>Karena saya pikir kalau taoyu kita banyak yang kaya, saya juga yang merasakan kekayaan itu. Tidak percaya? Kalau saya berkunjung ke rumah taoyu kita yang kaya, tentunya saya dijamu dengan minuman dan makanan yang enak-enak, dan mahal harganya. Kalau miskin, mana mungkin menjamu dengan makanan dan minuman yang mahal? Taokwan kita pasti lebih nyaman karena mempunyai uang yang banyak dari taoyu-taoyu yang kaya, sehingga bisa membeli fasilitas yang lebih baik. Tentunya yang merasakan saya juga, dan masih banyak yang lain. Sayang kita tidak menyadarinya.</p>
<p>Jika semua taoyu kita yang punya usaha bersikap, jika sesama taoyu yang membeli, keuntungannya pasti dipotong separuh. Dan juga semua taoyu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, berpikir dari pada memberikan keuntungan pada orang lain, lebih baik pada taoyu kita sendiri. Akhirnya jumlah harta kekayaan yang masuk dalam lingkungan taoyu lebih banyak daripada yang keluar. Hitunglah berapa besar harta kekayaan yang berputar di dalam kantong taoyu-taoyu kita. Terlepas dari kita menyukai pribadi taoyu tersebut ataupun tidak.</p>
<p>Marilah kita berpikir bersama-sama, kita membutuhkan materi atau kekayaan dalam ber Siu Tao. Saya selalu mengambil sikap, terus-menerus berusaha mewujudkan suatu jeringan kekayaan secara alamiah. Dan saya selalu menunggu taoyu lain untuk bersama-sama mengambil langkah, dalam mewujudkan suatu jeringan kekayaan secara alamiah.</p>
<p>Percayalah kalau banyak taoyu kita yang kaya, pasti kita semua juga yang ikut merasakan hasilnya. Setiap malam saya selalu bermimpi, jeringan kekayaan saya semakin besar dan kyat. Saya ingin mimpi bersama-sama saudara/i seperguruan saya, supaya menjadi sempurna abadi sampai ke generasi berikutnya.</p>
<p>Salam Tao.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/257/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/257/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=257&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/mau-kaya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/pessg103.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">pessg103.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keyakinan yang Mantap</title>
		<link>http://idb.siutao.com/2007/08/01/keyakinan-yang-mantap/</link>
		<comments>http://idb.siutao.com/2007/08/01/keyakinan-yang-mantap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 10:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Volume 25]]></category>

		<category><![CDATA[DEWA]]></category>

		<category><![CDATA[Dewi]]></category>

		<category><![CDATA[keyakinan]]></category>

		<category><![CDATA[lien kung]]></category>

		<category><![CDATA[mantap]]></category>

		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<category><![CDATA[siu tao]]></category>

		<category><![CDATA[tao]]></category>

		<category><![CDATA[wu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idb.siutao.com/volume-25/keyakinan-yang-mantap/</guid>
		<description><![CDATA[Dari : Tan Sui Lie - Jakarta.
Perlukan? Mengapa? Sangat perlu! Memiliki keyakinan yang mantap dalam hal apapun akan memberikan hasil sesuai yang kita inginkan. Begitu pula dalam Siu Tao. Kita pasti akan membuahkan hasil yang baik (misalnya : jadi lebih mudah berkomunikasi dengan SEN, lebih peka dan waspada). Tentunya harus diimbangi ketulusan hati, Wu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dari : Tan Sui Lie - Jakarta.</strong><br />
Perlukan? Mengapa? Sangat perlu! Memiliki keyakinan yang mantap dalam hal apapun akan memberikan hasil sesuai yang kita inginkan. Begitu pula dalam Siu Tao. Kita pasti akan membuahkan hasil yang baik (misalnya : jadi lebih mudah berkomunikasi dengan SEN, lebih peka dan waspada). Tentunya harus diimbangi ketulusan hati, Wu yang tinggi dan selalu mau belajar.</p>
<p><span id="more-256"></span><a href="http://idb-images.siutao.com/g0104262.JPG" title="g0104262.JPG"><img src="http://idb-images.siutao.com/g0104262.JPG" alt="g0104262.JPG" align="left" /></a>Keyakinan yang mantap dalam Siu Tao (menurut saya) adalah keyakinan yang kita miliki terhadap MAHA DEWA dan DEWA-DEWI tentang kebesaran, keagungan dan kemurahan hati-Nya yang tidak akan mencelakakan, membahayakan dan membuat kita menderita. Dengan keyakinan tersebut, membuat kita dapat menerima segala bencana, kejadian-kejadian buruk yang menimpa kita dengan tulus tanpa menyalahkan siapapun (apalagi menyalahkan TAO dan SEN nya, ga boleh tuh!)</p>
<p>Seperti kejadian-kejadian yang saya alami ketika saya baru di-Taoying. Waktu itu hari ke-3 setelah Sin Cia (Che Sa), bertepatan hari libur nasional, cuaca mendung dan hujan rintik-rintik. Saya pergi keliling kelenteng walau dalam hati saya merasakan hal yang tidak enak. Tapi karena saya yakin berbuat baik pasti hasilnya baik, maka saya pergi juga. SEN berusaha memberitahukan kepada saya. Karena saya tidak mengerti, maka terjadilah peristiwa tersebut. Saya kena todong dalam perjalanan. Dompet beserta isinya dan kalung liontin daicik diambil semua. Wah, benar-benar apes. Biasanya saya sangat waspada akan hal tersebut, tapi saat itu benar-benar seperti orang bodoh yang hanya bisa diam dan bengong. Saya sangat kaget dan bingung memikirkannya. Sepulang dari keliling kelenteng, dalam latihan Lien Kung saya bertanya, “kenapa ya SEN?” SEN tahu hati saya sedih sehingga dalam Lien Kung kepala saya dibelai-belai sama SEN (mungkin artinya ya sudah, yang hilang jangan dipikirkan, nanti SEN tambah rejeki. Ternyata benar loh).<br />
Beberapa bulan kemudian, ada lagi kejadian buruk yang menimpa saya, yaitu tertabrak motor. Lagi-lagi sebelum kejadian, hati saya merasa tidak enak, tapi karena saya masih juga kurang mengerti peringatan dari SEN, maka saya tidak bisa menghindari kejadian itu. Saat kejadian, saya merasa SEN sangat membantu, karena sewaktu ditabrak, saya langsung jatuh telungkup. Begitu hamper mengenai aspal jalanan, wajah saya serasa ada yang menarik sehingga wajah saya tidak lecet sedikitpun dan badan saya serasa menindih benda yang lunak, padahal badan saya di aspal jalanan yang sangat keras. Anehkan!</p>
<p><a href="http://idb-images.siutao.com/mythc022.jpg" title="mythc022.jpg"><img src="http://idb-images.siutao.com/mythc022.jpg" alt="mythc022.jpg" align="right" /></a>Karena keyakinan saya terhadap TAO begitu mantap sehingga kejadian-kejadian tersebut tidak mengurangi Lien Kung saya sedikitpun. Saya tetap terus latihan dan sedikitpun tidak menyalahkan siapa-siapa, apalagi menyalahkan TAO, pasti tidak akan! Saya menyadari semua itu kesalahan saya yang tidak peka, sehingga tidak mengerti akan peringatan dan pemberitahuan dari SEN. Beruntung ya, karena saya yakin sehingga Lien Kung terus saya jalankan dan dalam Lien Kung saya sangat dibantu oleh SEN. Saya dihibur dan dibantu dalam proses penyembuhan. Kaki saya yang tertabrak motor, dalam Lien Kung selalu dialiri oleh aliran seperti listrik, sehingga cepat sembuh dan tidak cacat.</p>
<p>Jadi, pentingkan keyakinan yang mantap itu. walaupun terkena kejadian-kejadian buruk, pasti sudah diringankan oleh SEN, sehingga akibatnya tidak fatal. MAHA DEWA dan DEWA-DEWI selalu memberi kita yang terbaik, tentunya harus diimbangi dengan rajin latihan, banyak belajar dan WU yang tinggi. Menurut saya, TAO itu sangatlah baik. Kalau sudah punya kejodohan dengan Nya, sangatlah sayang untuk dilepas. Baiknya maju terus pantang mundur, sekali TAO tetap TAO!!</p>
<p>Salam Tao.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/intandalamdebu.wordpress.com/256/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/intandalamdebu.wordpress.com/256/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intandalamdebu.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intandalamdebu.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intandalamdebu.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intandalamdebu.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intandalamdebu.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intandalamdebu.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intandalamdebu.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intandalamdebu.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intandalamdebu.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intandalamdebu.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idb.siutao.com&blog=2052112&post=256&subd=intandalamdebu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idb.siutao.com/2007/08/01/keyakinan-yang-mantap/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/g0104262.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">g0104262.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idb-images.siutao.com/mythc022.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mythc022.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>