Mengarah Vertikal keatas yang tidak bersikutan secara Horisontal.

Dari : Flyming Lika.

Kita Siu Tao pada dasarnya merevisi diri menuju manusia seutuhnya yang mengerti, memahami dan menjalani dengan penuh kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. Perjalanan menuju manusia seutuhnya dapat disebut ( oleh penulis ) adalah interaksi horizontal dalam kita hidup saat ini.

Tetapi perjalanan Siu Tao kita tidak berhenti hanya membenahi Arah Horizontal ini saja, melainkan kita juga harus membenahi ‘ Arah Vertikal ’.
Kita dapat memulai dengan menguatkan sukma kita ( Cing Co ). Ini semua adalah perwujudan kita dalam pendekatan kiri kepada Thian ( Tuhan / Ta Tao ).

Apa yang terlihat ? Tak jarang dari kita masih belum dapat memahami ini semua, ada yang :
1. Dalam interaksi horizontal saling sikut-sikutan, padahal kita masih saudara, kita masih sesama manusia, sesama Tao Yu. Apalagi berani menamakan diri praktisi Tao / ‘ Saya ’ Siu Tao ! atau menyebut diri beragama TAO.
2. Dalam kekhusukannya bersembahyang ke arah Vertikal, menghadap yang Empunya- Maha Agung Maha Tao ( Tuhan ), masih saja menyikut arah horizontal, dengan tindakan antar sesama tidak pada jalur /kaidah kebenaran / kebajikan / Tao.

jsjaj006.jpgApa yang seharusnya kita perhatikan ?
1. Dengan bermodal hati nurani yang bening, kita siap membuka diri untuk Siu Tao .
2. Dalam proses Siu Tao kita menggunakan Wu Sin diri ( Kesadaran dan Daya nalar yang tinggi ) untuk secara Ce Ran ( alamiah ) menjalani Tao menuju Cen San Mei ( sempurna abadi ) yang di idam-idamkan .
3. Salah satu wujud Siu Sin Yang Sin kita ( merevisi diri ) adalah :
Tidak saling menyikut secara horizontal ( sesama Tao Yu, maupun terhadap orang lain )
4. Ke arah Vertikal adalah hak paling hakiki seseorang. Ini perlu kelurusan, ketulusan dan kepolosan. Penyerahan diri secara total, tentu dibarengi dengan arah horizontal yang sudah mumpuni ( sempurna ), yang biasa disebut ‘ Kita sudah sampai Jing Cing Wu Wei ’

Akhir kata, Im Yang Lie ( Pengertian-pengertian Im Yang ) perlu dipahami lebih seksama, sebab kita dapat merasakan bahwa saat-saat kita mencoba Siu Sing Yang Sin dan sesaat terasa terkecohkan dengan kecongkakan diri bahwa kita sudah benar-benar Siu Tao, dan saat itu kita muali menyikut yang lain - sesama Tao Yu kita. Sungguh amat disayangkan.

Maka … Wu, Wu, dan masih harus Wu lagi dalam perjalanan Siu Tao kita ini.

Salam Tao.

Leave a Reply